SPHOTA VOL. 1 MARET 2009
Interference and Integration in A Balinese Article
"Midabdabin Bali Pinaka Pulo Perdamean Lan Demokrasi"
By I Gst. Ag. Sri Rwa Jayantini, Dosen STIBA Saraswati Denpasar
This writing tries to investigate wheter interference and integration occur in an article of a newspaper
or not. Generally, articles in the newspaper utilize a wide range of vocabulary as
well as apply a certain style which usually deals with diction, syntax, narration, rhetorical devises,
etc. The choice of words, the structure of sentences and how the words are spelled, then are worth analyzing
from the aspect of sociolingustics. In a specific sense, it is interesting to find out the words, phrases or other
elements which show interference and integration. Balinese language which long time before was motly used as a
means of spoken communication emerges as a means of written communication in printed media i.e. Bali Orti, special
pages of Bali Post Sunday's edition which is written in Balinese language. The article analyzed in this paper
entitled Midabdabin Bali Pinaka Pulo Perdamean lan Demokrasi. There are some examples of integration and interference
found in this article. The analysis was made referring to Richards et al (1985), Weinreich ( in Grosjean, 1982)
Haugen (in Grosjean, 1982) and Chaer and Agustina (1995).
A Semiotic Analysis in An Advertisement of Virginia Slims
By Desak Putu Eka Pratiwi, Dosen STIBA Saraswati Denpasar
Social semiotics in a branch of the field of semiotics which investigates human signifying practices in specific social
and cultural circumstances, and which tries to explain meaning-making as a social practice. Semiotics, as originally
defined by Ferdinand de Saussure, is "the science of signs in society"
Social semiotics expands on aussure's founding insights by exploring the implications of the fact that the "codes"
of language and communication are formed by social processes. The crucial implication here is that
the meanings and semiotic system are shaped by relations of power, and that as power shifts in society,
our languages and other systems of socially accepted meanings can and do change.
Social semiotics can include the study of how people design and intrepret meanings, the study of texts, and the study
of how semiotic system are shped by social interests and
ideologies, and how they are adapted as society changes ( Hodge and Kress, 1988).
Advertisement exists in many forms of communication tool such as television, newspaper, radio, and magazines.
Advertisement pyals a major role in the distribution of goods from manufacturers to consumers. It is an effective way for the seller to inform the consumer about product and it can also influence the
consumers to have an interest in the product.
Advertising works no only on behalf of specific goods and services but also assumes certain characteristics
wich are less directly connected to selling. It tries to manipulate people into buying away of life as well as goods.
Words and pictures are the basic elements in constructing an advertisement. here are two types of sign in advertisement;
verbal sign and visual sign. Verbal sign is the texts about the product. It can be defined as the language,
sentences and words that occur in printed advertisement. The brand name of the product is the first thing which is concerned.
Visual aspect consists of pictures such as picture of product, picture of ingredients, and others, which support
the product. These pictures also have important role in advertisement since they enable the target
audiences to imagine the product, especially those who have not known the product yet. Both of these signs are really
important in order to convey the message intended to the audiences.
Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Kosakata
Bahasa Jepang Melalui Media Pengajaran pada Mahasiswa Progarm Studi Sastra Jepang Semester I STIBA
Saraswati Denpasar, Tahun Akademik 2006/2007
Oleh Sahidin, Dosen STIBA Saraswati Denpasar
Penelitian mengenai pentingnya pemanfaatan media pengajaran terhadap peningkatan pemahaman siswa dilakukan di
Sekolah tinggi Bahasa Asing Saraswati Denpasar dengan mengambil mahasiswa Sastra Jepang sebagai subyeknya.
Populasi penelitian ini adalah mahasiswa semester I yang berjumlah 29 orang. Penulis melakukan penelitian tindakan
kelas dalam rangka memperbaiki sarana dan prasarana belajar maupun berbagai hal yang terkait dengan kegiatan
pembelajaran itu sendiri. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus, tiap siklus terdiri dari perencanaan,
tindakan, observatsi dan reflesi. Pada siklus I, tanpa menggunakan gambar sedangkan pada siklus II, tindakan disertai
dengan gambar. Tiap siklus terdiri dari dua kali pertemuan untuk materi dan latihan-latihan sedangkan satu kali
pertemuan untuk tes.
Data diperoleh dengan menggunakan metode observasi untuk memperoleh data tentang keakfifan belajar, metode angket
untuk memperoleh data tentang manfaat media danmetode tes untuk memperoleh data tentang hasil belajar mahasiswa.
Data yang didapat kemudian dianalisis dan dideskripsikan. Data peningkatan hasil belajar yang diperoleh
mahasiswa dapat dilihat dari nilai rata-rata mahasiswa dalam tes.
Berdasarkan hasil analisis data maka kemapuan pemahaman mahasiswa terhadap kosakata khususnya kosakata tentang barang-barang
di rumah, ada pada level cukup, dengan nilai rata-rata 6,4 pada siklus I dan pada siklus IImenjadi 8,9 untuk
tes pilihan ganda. Sedangkan untuk soal esai, nilai rata-rata siswa pada siklus I adalah 6,3 kemudian pada siklus II
menjadi 8,7. Sehingga peningkatan yang terjadi adalah 2,5.
Dapat disimpulkan bahwa media pengajaran khususnya media gambar sangat bermanfaatr. Media gambar juga dapat
meningkatkan keaktifan mahasiswa, membuat mahasiswa tertarik dan senang serta dapat meningkatkanhasil belajar
mahasiswa dalam memahami kosakata bahasa Jepang.
Implentasi Spirit dan Kode Etik Samurai
Dalam Olah Raga Bela Diri Tradisional Jepang Aikido
Oleh Wayan Nurita, Mahasiswa STIBA Saraswati Denpasar
Cikal bakal Aikido yang merupakan salah satu olah raga bela diri tradisional Jepang, telah berkembang
sejak jaman Kamakura (1192-1333) yang bernuansa pada jiwa Bushido, yaitu jiwa kesatria Jepang
padamasa pemerintahan feodalyang dikenal dengan nama samurai atau bushi. Sumber ajarannya berasal dari aliran Budha Zen
yangmerupakan falsafah dan ajaran gaya hidup yang ketat bagi para samurai abad ke-12, dikombinasikan dengan
pelatihan bela diri dan seni tempur. Jiwa Bushido yang merupakan ajaran moral bagi para samurai di antaranya Jin,
GI, atau Seigi, Chuu, kokki, Meiyo dan Yuuki. Dalam
perkembangan sejarah Aikido sampai saat ini ajaran tersebut masih terus tercermin di dalamnya.
Falsafah Aikido tidak hanya menekankan pada latihan fisik semata, namun adanya keselarasan antara kesehatan fisik
para praktisi Aikido atau Aikidoka dan kesembangan mentalnya. Secara garis besar Aikido mengndung
dua aspek yaitu aspek seni bela diri dan aspek spiritual. Aikido berbeda dengan bela diri pada umunya
yang lebih mengutamakan kekuatanfisik dan stamina, namun lebih mendasarkan latihannya
pada penguasaan diri dan kesempurnaan tekni, Dalam tingkatan fisik,
Aikido merupakan kombinasi antara ilmu pedang atau Kenjitsu dan Juujitsu. Teknik-teknik
yang digunakan dalam Aikido kebanyakan berupa teknik elakan, kuncian dan bantingan dalam tangan kosong
juga penggunaan pedang, tongkat dan pisau dalam teknik penggunaan alat baik menghadapi lawan satu orang
atau lebih.
Aikido yang diciptakan oleh Morihei Ueshiba (1883-1969) mengandung spirit dan kode etik samurai
yang terimplementasi baik dalam kegiatan fisik berupa latihan maupun mental berupa tingkah laku dan semangat para
Aikidoka. Spirit dan kode etik samurai yang merupakan para kesatria Jepang jaman dahulu, sampai saat ini
masih tercermin pada diri Aikidoka berupa sikap, mental dan spiritual yang seimbang baik dalam latihan
maupun dalam kehidupan sehari-hari di luar dojo dalam pergaulan terhadap masyarakat.
~ tentang stiba
~ hubungi kami
~ fasilitas
|