SEKOLAH TINGGI ILMU BAHASA INGGRIS DAN BAHASA JEPANG DENPASAR


STIBA Saraswati Denpasar
Visi dan Misi


Program Studi Satra Inggris
Program Studi Satra Jepang
Jenjang Akademis


Gedung Perkuliahan
Sarana Perpustakaan
Sarana Laboratorium Bahasa
Tenaga Kependidikan


Jalan Kamboja 11 A Denpasar Bali
Phone 0361 228043
Fax 0361 228043


SPHOTA VOL. 1 MARET 2009


Interference and Integration in A Balinese Article
"Midabdabin Bali Pinaka Pulo Perdamean Lan Demokrasi"

By I Gst. Ag. Sri Rwa Jayantini, Dosen STIBA Saraswati Denpasar
This writing tries to investigate wheter interference and integration occur in an article of a newspaper or not. Generally, articles in the newspaper utilize a wide range of vocabulary as well as apply a certain style which usually deals with diction, syntax, narration, rhetorical devises, etc. The choice of words, the structure of sentences and how the words are spelled, then are worth analyzing from the aspect of sociolingustics. In a specific sense, it is interesting to find out the words, phrases or other elements which show interference and integration. Balinese language which long time before was motly used as a means of spoken communication emerges as a means of written communication in printed media i.e. Bali Orti, special pages of Bali Post Sunday's edition which is written in Balinese language. The article analyzed in this paper entitled Midabdabin Bali Pinaka Pulo Perdamean lan Demokrasi. There are some examples of integration and interference found in this article. The analysis was made referring to Richards et al (1985), Weinreich ( in Grosjean, 1982) Haugen (in Grosjean, 1982) and Chaer and Agustina (1995).

A Semiotic Analysis in An Advertisement of Virginia Slims
By Desak Putu Eka Pratiwi, Dosen STIBA Saraswati Denpasar
Social semiotics in a branch of the field of semiotics which investigates human signifying practices in specific social and cultural circumstances, and which tries to explain meaning-making as a social practice. Semiotics, as originally defined by Ferdinand de Saussure, is "the science of signs in society"

Social semiotics expands on aussure's founding insights by exploring the implications of the fact that the "codes" of language and communication are formed by social processes. The crucial implication here is that the meanings and semiotic system are shaped by relations of power, and that as power shifts in society, our languages and other systems of socially accepted meanings can and do change.

Social semiotics can include the study of how people design and intrepret meanings, the study of texts, and the study of how semiotic system are shped by social interests and ideologies, and how they are adapted as society changes ( Hodge and Kress, 1988).

Advertisement exists in many forms of communication tool such as television, newspaper, radio, and magazines. Advertisement pyals a major role in the distribution of goods from manufacturers to consumers. It is an effective way for the seller to inform the consumer about product and it can also influence the consumers to have an interest in the product.

Advertising works no only on behalf of specific goods and services but also assumes certain characteristics wich are less directly connected to selling. It tries to manipulate people into buying away of life as well as goods.

Words and pictures are the basic elements in constructing an advertisement. here are two types of sign in advertisement; verbal sign and visual sign. Verbal sign is the texts about the product. It can be defined as the language, sentences and words that occur in printed advertisement. The brand name of the product is the first thing which is concerned. Visual aspect consists of pictures such as picture of product, picture of ingredients, and others, which support the product. These pictures also have important role in advertisement since they enable the target audiences to imagine the product, especially those who have not known the product yet. Both of these signs are really important in order to convey the message intended to the audiences.

Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Kosakata Bahasa Jepang Melalui Media Pengajaran pada Mahasiswa Progarm Studi Sastra Jepang Semester I STIBA Saraswati Denpasar, Tahun Akademik 2006/2007
Oleh Sahidin, Dosen STIBA Saraswati Denpasar
Penelitian mengenai pentingnya pemanfaatan media pengajaran terhadap peningkatan pemahaman siswa dilakukan di Sekolah tinggi Bahasa Asing Saraswati Denpasar dengan mengambil mahasiswa Sastra Jepang sebagai subyeknya. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa semester I yang berjumlah 29 orang. Penulis melakukan penelitian tindakan kelas dalam rangka memperbaiki sarana dan prasarana belajar maupun berbagai hal yang terkait dengan kegiatan pembelajaran itu sendiri. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus, tiap siklus terdiri dari perencanaan, tindakan, observatsi dan reflesi. Pada siklus I, tanpa menggunakan gambar sedangkan pada siklus II, tindakan disertai dengan gambar. Tiap siklus terdiri dari dua kali pertemuan untuk materi dan latihan-latihan sedangkan satu kali pertemuan untuk tes.

Data diperoleh dengan menggunakan metode observasi untuk memperoleh data tentang keakfifan belajar, metode angket untuk memperoleh data tentang manfaat media danmetode tes untuk memperoleh data tentang hasil belajar mahasiswa. Data yang didapat kemudian dianalisis dan dideskripsikan. Data peningkatan hasil belajar yang diperoleh mahasiswa dapat dilihat dari nilai rata-rata mahasiswa dalam tes.

Berdasarkan hasil analisis data maka kemapuan pemahaman mahasiswa terhadap kosakata khususnya kosakata tentang barang-barang di rumah, ada pada level cukup, dengan nilai rata-rata 6,4 pada siklus I dan pada siklus IImenjadi 8,9 untuk tes pilihan ganda. Sedangkan untuk soal esai, nilai rata-rata siswa pada siklus I adalah 6,3 kemudian pada siklus II menjadi 8,7. Sehingga peningkatan yang terjadi adalah 2,5.

Dapat disimpulkan bahwa media pengajaran khususnya media gambar sangat bermanfaatr. Media gambar juga dapat meningkatkan keaktifan mahasiswa, membuat mahasiswa tertarik dan senang serta dapat meningkatkanhasil belajar mahasiswa dalam memahami kosakata bahasa Jepang.

Implentasi Spirit dan Kode Etik Samurai Dalam Olah Raga Bela Diri Tradisional Jepang Aikido
Oleh Wayan Nurita, Mahasiswa STIBA Saraswati Denpasar
Cikal bakal Aikido yang merupakan salah satu olah raga bela diri tradisional Jepang, telah berkembang sejak jaman Kamakura (1192-1333) yang bernuansa pada jiwa Bushido, yaitu jiwa kesatria Jepang padamasa pemerintahan feodalyang dikenal dengan nama samurai atau bushi. Sumber ajarannya berasal dari aliran Budha Zen yangmerupakan falsafah dan ajaran gaya hidup yang ketat bagi para samurai abad ke-12, dikombinasikan dengan pelatihan bela diri dan seni tempur. Jiwa Bushido yang merupakan ajaran moral bagi para samurai di antaranya Jin, GI, atau Seigi, Chuu, kokki, Meiyo dan Yuuki. Dalam perkembangan sejarah Aikido sampai saat ini ajaran tersebut masih terus tercermin di dalamnya.

Falsafah Aikido tidak hanya menekankan pada latihan fisik semata, namun adanya keselarasan antara kesehatan fisik para praktisi Aikido atau Aikidoka dan kesembangan mentalnya. Secara garis besar Aikido mengndung dua aspek yaitu aspek seni bela diri dan aspek spiritual. Aikido berbeda dengan bela diri pada umunya yang lebih mengutamakan kekuatanfisik dan stamina, namun lebih mendasarkan latihannya pada penguasaan diri dan kesempurnaan tekni, Dalam tingkatan fisik, Aikido merupakan kombinasi antara ilmu pedang atau Kenjitsu dan Juujitsu. Teknik-teknik yang digunakan dalam Aikido kebanyakan berupa teknik elakan, kuncian dan bantingan dalam tangan kosong juga penggunaan pedang, tongkat dan pisau dalam teknik penggunaan alat baik menghadapi lawan satu orang atau lebih.

Aikido yang diciptakan oleh Morihei Ueshiba (1883-1969) mengandung spirit dan kode etik samurai yang terimplementasi baik dalam kegiatan fisik berupa latihan maupun mental berupa tingkah laku dan semangat para Aikidoka. Spirit dan kode etik samurai yang merupakan para kesatria Jepang jaman dahulu, sampai saat ini masih tercermin pada diri Aikidoka berupa sikap, mental dan spiritual yang seimbang baik dalam latihan maupun dalam kehidupan sehari-hari di luar dojo dalam pergaulan terhadap masyarakat.

~ tentang stiba
~ hubungi kami
~ fasilitas


Syarat Penerimaan Mahasiswa Baru



Permintaan Informasi Kemahasiswaan



Profile Lulusan



Arti Lambang Ganesha
STIBA Link